Desa Merdeka – Ambon.
Edwin Huwae yang ngotot dan dikhabarkan tidak hadir dalam Pertemuan di DPP PDIP yang dihadiri oleh bakal calon Gubernur dan Pengurus DPD PDIP Maluku yang dilansir Harian Pagi Siwalima hari ini senin 25 September 2017 dengan Judul : Edwin masih ngotot kader PDIP Kecewa .
Sikap EH ditanggapi keras oleh
mantan wakil ketua DPC PDIP Maluku Tengah S.W Aulele SH sekilgus mantan Ketua DPAC PDIP Nusaniwe yang pertama mengatakan bahwa saudara Edwin Huwae bukan ngotot tapi diduga kecewa berat alias maraju dan tidak menghormati atasannya DPP PDIP maupun integritasnya selaku ketua DPD PDIP Maluku diragukan.

Menurut mantan ketua DPAC Nusaniwe pertama itu seharusnya ketua DPD EH menjadi panutan yang baik kepada balon kepala daerah lainnya yang diundang oleh DPP.
Selanjutnya Buce Aulele katakan apabila saudara Edwin Huwae tidak tunjukan etika yang baik kepada DPP sebaiknya jabatannya dipertimbangkan ulang atau diganti dari ketua DPD apabila rekomendasi PDIP diberikan kepada kader PDIP yang lain karena pasti Edwin diduga akan menggerogoti semua konsolidasi partai untuk memenangkan kandidat yang diusung PDIP.
Penggantian EH oleh DPP PDIP dimaksud untuk menghindari kekalahan PDIP dalam pilkada Gubernur Maluku 2018.

Pantaskah seorang pemimpin besar partai besar di Maluku dalam kapasitas dan integritas diri sebagai Ketua DPD Maluku melakukan tindakan tidak etis terhadap partainya ketika pilkada kota saja sudah menunjukan ketidak setiaan sebagai ketua Tim sukses pilkada walikota Ambon mengalami kekalahan telak.

Tapi adalah manusiawi dan tidak pantas bila dalam mempertahankan martabat partai sebagai partai pemenang pemilu 2014 di Maluku EH menyodorkan diri menjadi calon wakil Gubernur mendampingi Pattahana SA untuk pilkada gub 2018 yang dianggap gagal membangun Maluku dan terlibat kasus korupsi yang sampai hari ini tidak dapat disentuh hukum sementara SA sebagai kuasa pengguna Anggaran saat itu seperti Kasus UUDP, tetapi yang dijadikan tumbal adalah Bendahara LB di penjara .

Sekali lagi saya katakan Ternyata sebagai ketua DPD PDIP Maluku tidak mampu mempertahankan kehormatan dan integritas partai karena belum memahami roh perjuangan partai yang lahir dari sebuah sejarah berdarah darah memperjuangkan keadilan dan demokrasi di bangsa ini.tegasnya.
Kontributor desa merdeka mencoba hubungi EH yang adalah ketua DPD PDIP Melalui 2 (dua) ponselnya tapi sampai berita ini dipublis belum bisa dihubungi walaupun dihubungi via WA .