Batam РDesa Merdeka : Turut sertanya Indonesia sebagai salah satu anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sejak 1994 dianggap lebih banyak merugikan dan semakin melemahkan kedaulatan  negeri ini terutama dibidang ekonomi.

Padahal Indonesia sebagai negara yg berdaulat serta negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam seharusnya dapat lebih maju dan lebih kuat khususnya dibidang ekonomi,maka dari itu GMNI Batam meminta kepada Presiden SBY agar Indonesia Keluar dari keanggotaannya sebagai salah satu negara anggota WTO,ujar Debi Candra,yang juga wakil ketua Bidang Politik dan Advokasi di DPC GMNI Batam tersebut.

Bahwa dengan keluarnya Indonesia sebagai salah satu anggota dari WTO akan berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, Indonesia dapat menentukan kebijakan ekonomi sendiri tanpa intervensi dari WTO,lanjut aktivis GMNI yang akrab dipanggil Abi ini.

1424483_703774526299755_51196772_nDikesempatan yang sama Devi Firmansyah,ketua GMNI Batam menambahkan,bahwa tujuan WTO yang sebenarnya adalah untuk memonopoli seluruh subsektor perdagangan barang dan jasa yang untuk memuluskan kepentingan negara – negara maju ke pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Maka dengan keikutsertaan Indonesia dalam WTO,menjadikan kesempatan negara lain untuk mengintervensi kedaulatan Indonesia melalui perjanjian-perjanjian perdagangan yang dibuat Indonesia dan negara lain atau dengan kata lain Indonesia kembali terjajah dalam bentuk lain, maka dari itu agar indonesia kembali menjadi negara yang berdaulat seutuhnya dan berdikari dalam ekonomi,kami meminta kepada Presiden SBY dan DPR agar Indonesia segera keluar dari WTO sekarang juga dan selain itu juga mencabut PP serta UU tentang Free Trade Zone (FTZ) di Provinsi Kepulauan Riau,karena FTZ adalah bagian dari program WTO atau bisa dikatakan FTZ adalah anak turunannya WTO,ujar Firman mengakhiri.