Sore ini seorang yang saya tua kan dan saya hormati menelepon karena terima SMS dari Suryokoco SMS Center.  Suara sepuh dan berwibawa itu berkata  “dik sampeyan beneran mau bikin partai, sudah siap duit berapa, dari mana, bikin partai itu mahal”

Dalam hati saya katakan, bapak adalah orang yang kesekian menanyakan hal yang hampir sama, tapi tidak ada manfaatnya juga saya sampaikan pernyataan ini pada orang yang saya hormati yang tinggal di semarang ini.

Sayapun memberikan jawaban, :“Injih bapak, saya berencana mendirikan partai baru bersama teman teman sepaham, tidak ada sponsor, tidak ada tokoh, dan kami meyakini dana bukan hal yang utama, tapi komitmen dan kesadaran kebersamaan lah yang menjadi pengikat kita”

Masih belum puas, beliaupun kembali berkata : “Nggak ada partai bisa berjalan tanpa uang yang cukup bahkan berlebih, coba jelaskan bagaimana dik koco akan mengembangkan partai ?”

Dengan pemahaman pemikiran yang ada, maka sayapun mencoba menjawab : “Yang mahal dalam pengembangan partai  politik ada ceremonial nya, ibarat kata saat kita memulai membangun rumah tangga, yang mahal bukan akad nikahnya tetapi pestanya. Yang mahal dari membangun rumah tangga setelah menikah adalah gaya hidupnya, mengejar keinginan bukan kebutuhan.”

“iya juga” sahut beliau. Sayapun melanjutkan mencoba memberikan penjelasan : “Sebagai contoh, dalam hal deklarasi, kita tidak harus gelar massa dan mengotori kota dengan bendera dan baliho, cukup terima SK dan dikomunikasikan dengan pihak terkait di daerah atau wilayah. Dalam hal komunikasi, kita tidak harus datang konsolidasi ke daerah daerah, karena kebutuhan kita saling berkomunikasi, ya cukup kita bisa pake skype,    Google+ Hangouts semuanya gratis dan bisa tatap muka. Dalam hal koresponden tidak harus berkirim surat via pos atau titipan kilat bisa dilakukan dengan email dan millis. Dalam hal pendataan anggota bisa dengan otomatisasi melalui data online dan seterusnya. Semua akan kita kerjakan dengan basis teknologi informasi, karena ke depan jelas teknologi informasi  komunikasi semakin mudah dan murah”

“Bagus,  saya suka kalo dik koco sudah mempersiapkan konsep baru, aku ini orang lama yang nggak paham begituan, tapi kalo diundang ketemu dan ngobrol bahkan jadi penasehat, aku juga siap, dik koco aku amati konsis dank omit di jalur dengan benar, salut aku dik” kata beliau. “matur nuwun kalo bapak  berkenan menjadi penasehat, insyaallah kalo pas ada acara ke semarang atau bapak tindak Jakarta, saya sangat ingin bertemu untuk mendapat dukungan dan pelajaran dari bapak” sahut saya.

“Iyo, aku juga kangen, hampir 10 tahun ya dik kita nggak ketemu. Selamat berjuang ya, semoga kita bisa segera ketemu. Salam untuk keluarga” kata beliau menutup pembicaraan telepon.