Desa Merdeka – Magelang : Pemerintah Desa (Pemdes) Banyudono Kecamatan Dukun meluncurkan perdana Kartu Banyudono Sehat (KBS) dan Kartu Banyudono Cerdas (KBC). Seluruh dana KBS dan KBC ini berasal dari gaji kepala desa.

“Banyak warga kami yang miskin dan anak yatim namun belum tercover program-program pemerintah. Mereka juga membutuhkan bantuan,” kata Nurhadi didampingi Camat Dukun Sukamtono dalam peluncuran di Balai Banyudono, Senin.

Kades Banyudono Nurhadi mengatakan KBS diperuntukkan untuk warga Desa Banyudono yang belum memeroleh layanan BPJS Kesehatan, maupun jamkesmas dan jamkesda.

Adapun KBC diperuntukkan untuk anak-anak yatim dan piatu yang belum tercover dalam Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun bantuan pemerintah lainnya. Peluncuran KBS dan KBC ini merupakan yang pertama di keluarkan pemerintah desa di Kabupaten Magelang.

Nurhadi mengatakan KBS dan KBC bukan untuk menyaingi BPJS Kesehatan, maupun jamkesmas namun demi membantu warga yang belum tercover program pemerintah.

Menurut kades, yang juga pedagang kambing ini, untuk sementara KBS diberikan kepada 75 warga miskin. Mereka akan diberikan layanan periksa kesehatan ke dokter pribadi secara gratis, baik untuk pemeriksaan kesehatan maupun obat-obatan.

“Kami memberikan KBC kepada 27 anak yatim. Setiap anak kami berikan bantuan pendidikan Rp 50 ribu setiap bulan. Beasiswa ini bisa untuk biaya pendidikan dan membeli buku,” kata dia.

Camat Dukun Sukamtono mengaku mengapresiasi kebijakan Pemdes Banyudono ini. Ia menilai hal ini bisa menjadi contoh bagus bagi desa-desa lain dalam membantu warganya yang mengalami kesulitan.

“Saya salut dengan Pak Kades Banyudono. Ia memberikan gajinya untuk warga tidak mampu. Ia teladan yang bagus. KBS dan KBC ini bisa melangkapi BPJS Kesehatan,” kata Sukamtono.

Menurut Sukamtno ada warga di Kecamatan Dukun yang belum memeroleh KIS dan KIP. Hal ini karena pada saat pendaftaran mereka tidak memenuhi kriteria penerima KIS dan KIP. |Jowonews.com|