Desa Merdeka – Purwokerto : Berbagai cara dilakukan pegiat lingkungan untuk memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret ini. Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sejumlah pegiat lingkungan memperingati Hari Air Sedunia dengan cara memberikan edukasi dini tentang pentingnya konservasi air kepada siswa-siswa sekolah dasar dengan panggung boneka.

Aksi panggung boneka anak-anak yang dilakukan oleh sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri 2  Ketenger Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah ini bercerita tentang pentingnya konservasi air bagi manusia yang membutuhkan penanganan serius. Anak-anak ini dengan lincah memainkan boneka serta melakukan dialog dengan dipandu para pegiat lingkungan hidup.

Acara memperingati Hari Air Sedunia ini dilakukan di sebuah lokawisata Small World Baturaden dan diselenggarakan oleh Mahasiswa Pencinta Alam Grafis Fisip Universitas Wijayakusuma Purwokerto.

Dengan media panggung boneka ini, anak-anak terlihat lebih menangkap pesan yang disampaikan para pegiat lingkungan ini tentang pentingnya air bagi kehidupan manusia. Dialog-dialog yang dimainkan para pemain boneka panggung ini juga menggunakan bahasa campuran yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah. Namun, justru dialog inilah yang membuat para peserta tertawa dan senang karena lebih memahami isi cerita panggung boneka yang dimainkan tersebut.

Hadi Syahbani (11), salah satu peserta acara ini mengaku senang dan menjadi mengerti arti pentingnya air bagi kehidupan manusia. “Saya jadi mengerti pentingnya air bagi manusia, dan kita harus menjaga lingkungan terutama air dengan cara hemat air, tidak membuang sampah di sungai,” ujar Hadi Syahbani, Siswa SDN 2 Ketenger Baturaden.

Menurut panitia, acara ini dilakukan untuk memberikan edukasi dini bagi anak-anak tentang pentingnya air bagi kehidupan. Selain itu, air yang dianggap sebagai sumber kehidupan kadang diremehkan oleh manusia yaitu dengan tidak menjaga kelestarian sungai dengan cara membuang sampah sembarangan.

“Ini memang untuk memberikan edukasi dini kepada anak-anak akan arti pentingnya air bagi manusia. Apalagi saat ini anak-anak sepertinya disibukkan dengan tekhnologi gadget sehingga bisa membuat anak-anak tidak peduli lagi dengan lingkungan apalagi masalah air. Inilah yang mendasari kami membuat acara edukasi dengan panggung boneka terhadap anak-anak,” jelas Suyono (45), salah satu pegiat lingkungan.

Salah satu pegiat lingkungan lain, Firman Nurdian Tea mengatakan, kegiatan ini bentuk kepedulian organisasi Grafis Mapala Fisip Unwiku Purwokerto terhadap masalah air yang akhir-akhir ini bisa menjadi bencana bagi manusia.

“Dengan edukasi dini terhadap anak-anak, setidaknya bisa mencegah permasalahan air baik masalah krisis air hingga masalah air yang bisa menjadi musibah seperti banjir dan tanah longsor. Ini penting bagi anak-anak karena hal tersebut sangat mempengaruhi kehidupan manusia secara luas,” ujar Firman Nurdin Tea.

 

 

 

Sumber : SindoNews