Ambon-Desa Merdeka. Niko Kili-Kili bakal calon Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali memberikan pernyatan bahwa bila masyarakat MBD mempercayakannya memilih sebagai Bupati MBD,maka tidak ada diskriminasi antar agama,kelompok,maupun asal dari mana dia.Hal demikian ditegaskan setelah selesai mengikuti Presentasi Visi Misi di kantor DPD Partai Golkar Karang Panjang Ambon. Menurutnya kita adalah anak Bangsa Indonesia yang ada di MBD. Dan dia percaya bahwa sebaga seorang anak Bangsa perlu membangun kebersamaan dan mitra kerja diantara pemimpin agama ,pemimpin masyarakat,pemimpin adat serta semua masyarakat. Pernyataan ini disampaikan menepis issu bahwa Balon Bupati MBD Niko Kili-Kili berasal dari Kelompok Gereja Kecil yaitu Gereja Bet El Indonesia(GBI). Menurutnya issu itu tidak benar karena baik Ketua Sinode,Ketua Klasis,Ketua Majelis Jemaat yang ada dilingkungan Gereja Protestan Maluku adalah orang-orang berhikmat,orang-orang cerdas ,pemimpin berhikmat yang dapat memisahkan mana yang salah mana yang benar. Apalagi mereka selalu melakukan tindakan pelayanan untuk mempersatukan semua agama,semua golongan ,kelompok,ethnis sesuai dengan ajaran Kristus,bukan memecah belahkan Tubuh Kristus . ditambahkan kita adalah tubuh Kristus yang terdiri dari Kristus adalah Kepala Gereja dan kami masing-masing adalah anggotanya, ada tangan ,mata,telinga,kaki yang saling melengkapi tubuh itu dengan fungsinya masing-masing untuk membangun tubuh itu. Issu itu tidak benar hanya dimainkan untuk mempolitisasi agama demi kepentingan Calon tertentu dalam Pilkada 9 Desember 2015. Agama jangan dipakai untuk kepentingan Politik.Itu tidak dibenarkan dalam pembinaan Umat.
Secara Tegas disampaikan kepada semua Masyarakat MBD , bahwa masyarakat MBD adalah masyarakat cerdas dan sangat maju berpikir dengan wawasan yang luas dan sangat terikat dengan budaya orang MBD apalagi sebagai anak bangsa Indoensia. Terikat dengan Pancasila,Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Saya bila jadi Bupati ,bukan Bupati Gereja Betel Indonesia(GBI),tetapi menjadi Bupati MBD yang harus taat kepada Pilar-Pilar bangsa Indonesia.Saya akan masuk Ibadah di Gereja Protestan Maluku dari jemaat kejemaat ,kegereja Khatolik dan Gereja lainnya termasuk agama yang lain kalau ada di MBD sebagai seorang Negarawan.
Bupati adalah bapa untuk mengayomi semua agama termasuk Gereja-gereja besr maupun kecil. Komitmen saya selama 5 Tahun untuk tidak mengambil Gaji Bupati ,tetapi akan diberikan secara bergilir ke semua Jemaat –jemaat melalui Klasis-Klasis yang ada .Saya yakin 1 Juta persen( %) orang diarus bawah ingin membuat perubahan di MBD.Mereka ingin seorang pemimpin yang takut akan Tuhan .Takut akan Tuhan maka Tuhan berikan Hikmat untuk bangun MBD.Takut Tuhan dulu baru bangun MBD.Takut Tuhan baru bisa jadi pemimpin Kristen yang baik.
Ahok yang bukan penduduk Jakarta saja bisa jadi Gubenur untuk bangun Jakarta,apalagi sebagai Putra asli ,sebagai anak kandung MBD bukan anak tiri.
Tentang Prioritas yang harus dilakukan sebagai Bupati yang dipercayakan rakyat, menurutnya ada 2 hal :
1. Prioritas Peningkatan Spiritualitas Umat dan Pemimpin. Sebagai anak –anak Tuhan harus takut Tuhan didalam perilaku dan moral.Kalau spiritualitas mental tidak menjadi acuan Pembangunan maka jangan kita harapkan kedepan apa yang akan dilakukan.
2. Perbaikan Tata kelola Pemerintahan yang bersih dan berwibawa dengan standart Kwalifikasi dan Profesional sesuai Undang-Undang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan lainnya. Bukan seperti sekarang ini ,Kepala Dinas Kesehatan adalah seorang Sarjana Hukum dan kemudian Sarjana Sospol yang tidak tau tentang Kesehatan. ( 04/07/2015*Chr)