Desa Merdeka – Ambon : “Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Maluku harus kreatif dalam memperkenalkan produk khas daerah ini. Pelaku UMKM jangan pasif tetapi harus aktif untuk mempromosikan produk unggulan daerah ini. Kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Andy Setyo Biwado di Ambon . “Para Pelaku usaha harus banyak mempromosikan hasil usahanya agar masyarakat luas bisa mengetahui produk yang bisa diperoleh di Ambon.

Andi mencontohkan “usaha kain tenun ikat “ dari Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat(MTB). Selama ini banyak yang belum mengetahui dan kenal produknya seperti apa karena kurangnya promosi. Hal ini dapat dibuktikan dengan kegiatan pameran UMKM Yang diprakarsai BI Pusat beberapa waktu lalu di Jakarta dengan melibatkan seluruh UMKM yang ada di Indonesia termasuk asal Kabupaten MTB dengan produk khas daerah yakni Kain tenun ikat Tanimbar, namun kurang mendapat perhatian. Begitu juga dengan perajin “Gula Merah” dari Pulau Saparua Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang disertakan dalam Pameran. Karena itu,kedepan pengusaha UMKM yang ada didaerah ini harus melakukan promosi untuk menarik perhatian masyarakat.

UMKM jangan pasif tetapi harus kreatif. “ Jadi Pengusaha UMKM bukan saja perajin KAIN TENUN IKAT maupun GULA MERAH SAPARUA tetapi semua pengusaha UMKM YANG ADA DIDAERAH INI HARUS SEMAKIN BERKUALITAS SERTA MEMPERLUAS JARINGAN PASAR DOMESTIK dan membangun kerja sama dengan instansi terkait “ ujarnya.sumber : Kabart timur 8/9/2016.(9/9/2016/*Chris)