Desa Merdeka – Sumenep : Bea Cukai Madura kembali menjemput bola dan bergerak membangun sinergi dengan semua elemen masyarakat. Setelah menjalin sinergi dengan Akademisi, TNI, Tokoh Masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten, pada Kamis (19/4/2018) Kepala Kantor Bea Cukai Madura Latif Helmi dan jajarannya melakukan koordinasi dengan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan di Kantor PCNU Pamekasan terkait tugas Bea Cukai dalam menekan angka rokok ilegal di Madura, terutama Kabupaten Pamekasan.

“Dalam pertemuan ini, Bea Cukai Madura beserta PCNU sepakat untuk bersama-sama memberikan edukasi tentang rokok ilegal agar bisa menyeluruh hingga pelosok agar masyarakat Madura sadar dan bersama-sama ikut berperan dalam menekan angka rokok ilegal. Sinergi ini dilakukan karena peran fundamental ulama atau kiai di Madura. Kultur budaya menjadikan mayoritas warga Madura sangat menghormati para ulama. Bea Cukai Madura sadar akan peran itu dan berinisiatif melakukan koordinasi dan kerja sama terkait dengan rokok ilegal dengan para ulama,” jelas Latif yang kedatangannya disambut langsung Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan KH Taufiq Hasyim

Peran ulama di Madura, menurut Latif, sangat vital hingga pelosok karena organisasinya mengerucut hingga ke desa-desa di Madura. Vitalnya peran para ulama di Madura akan menjadi bagian penting dalam edukasi ke masyarakat. Itulah yang menjadi acuan Bea Cukai dalam menjalin koordinasi dengan para ulama yang dalam hal ini PCNU, tujuannya jelas untuk kepentingan masyarakat.

“Harapannya dengan adanya sinergi ke semua elemen masyarakat dan dalam hal ini ulama dapat memberikan pengaruh dan dampak yang lebih baik lagi ke masyarakat Madura. Kami berusaha mengurangi gap dan melebur dengan masyarakat. Kegiatan ini memang menjadi rangkaian kegiatan Bea Cukai Madura dalam melakukan perubahan positif dalam perannya di masyarakat,” tuturnya.

 

 

Sumber : SindoNews