Desa Merdeka – Ambon : Kejaksaan Tinggi harus berani membuat laporan Pidana Penghinaan karena dituduh Rekayasa BAP Bank Maluku serta menerima suap  10 % dari Rp.54 miliar dari hasil penjualan  PT Mutiara Cahaya Sukses kepada  Bank Maluku dan Maluku Utara sebanyak 5,4 miliar.

Penghinaan itu sudah tidak menjadi rahasia umum lagi karena dipublikasi luas dengan penanggung jawab Saudara Maurits Latumeten SH dan Jack Stuart R.Manuhuttu,SE  sesuai Risalah Pertemuan yang ditanda tangan pada 14 September 2016.

Tapi kalau Kejaksaan Tinggi tidak melakukan laporan pidana kepada saudara berdua, maka   dapat diduga kejaksaan Tinggi takut menyeret PT Mutiara Cahaya Sukses ke pengadilan.

Hal tersebut di sampaikan Pengacara Senior SW  ketika ditanya oleh Kontributor Desa Merdeka terhadap data  Rekayasa  BAP dan  terima Suap 5,4 miliar  Bank Maluku dan Maluku Utara oleh Penyidik Kejati Maluku yang dibongkar saudara Maurits latumeten SH dan jack S Manuhuttu SE.

Seterusnya SW  menjelaskan   bahwa  sebenarnya kedua  saudara yang menanda tangani data tersebut sudah menjadi Bahan laporan pidana oleh Kejati Maluku, karena data tersebut menuduh dan menghina aparat penegak Hukum di Maluku.  Sebagai pengacara yang sudah malang melintang sejak tahun 1983 dan tau seluk beluk, menganggap bahwa  Saudara Maurits Latumeten SH sebagai Kuasa hukum Hentje Toisutta dan Petro tentua  bersama Jack Stuart R.Manuhuttu,SE  sebagai Staff Divisi Renstra-Corsec Bank Maluku mereka berdua sudah berani untuk membeberkan data seperti itu, berarti buktinya kuat dan sangat bagus.

Tetapi pada sisi lain bagi Kejaksaan, hal ini memberikan kesempatan mencuci diri, koreksi diri kedalam, jangan seperti cacing kepanasan yang saling menanggapi diberbagai media masa. Karena jaksa ini penegak hukum, bukan pembela atau pembelot hukum. Mengoreksi kedalam agar dapat menegakan supremasi hukum di Maluku.

Bagi saya yang sudah berproses puluhan tahun sebagai pengacara berpengalaman dengan seluk beluk dan berbagai  kasus-kasus di pengadilan, siapa yang berani membuka, klin saja takut karena punya hubungan dengan masalah, mereka tidak berani membongkar. Karena itu soal Pembuktian memang susah, karena permainan Jaksa–jaksa sangat rapi. Syukurlah kalau kedua saudara tersebut mereka punya bukti, tetapi juga keberanian, yang bertumpu pada hati nurani.

Menurutnya ini bukan permainan Oknum Jaksa, tapi biasanya apa yang dilakukan bawahan adalah Perintah atasan. Permainan itu jangan dilihat dari penyidiknya, penyidik itu juga tumbal atau korban  dengan istilah orang suruh-suruh atasannya. Karena Sebagai Jaksa harus konsultasi dengan pimpinan yang mengarahkan mereka ketika BAP disusun. Pimpinan dianggap sebagai aturan dan hukum. Permainan itu sudah lama, semua orang pada  tau itu.

Dari situlah Kejati jangan melihat tuduhan itu, tetapi tuduhan itu dijadikan  moment agar dapat melakukan koreksi internal dalam kerangka reformasi hukum. Sekali lagi SW jelaskan saya punya pengalaman cukup lama dengan seluk beluk tapi saya tidak mau terlibat.

Dianjurkan agar Pengacara Mourits latumeten kalau punya keberanian ,harus  meminta bantuan PPATK untuk melacak aliran dana  masuk keluar Kejaksaan agar dapat diketahui. Tapi sekarang semua orang sudah cerdas, karena dengan melacak mereka bisa menghindar dengan tidak melalui  rekening Bank,tapi melalui pemberian uang Cash agar tidak bisa dilacak PP ATK. Kecuali melakukan tangkap tangan.

Untuk membuktikan bersihnya Penyidik Kejati Maluku terhadap kasus penghinaan tersebut  perlu ada laporan Pidana untuk menyeret PT Mutiara Cahaya Sukses bersama Komisaris Utama, Direktur dan stafnya PT  tersebut, agar kasus bank Maluku ini terang Benderang.

Kontributor Desa Merdeka mencari data dari Oknum yang  turut serta mengurus masalah Bank Maluku dan Maluku Utara di Surabaya tanggal 3/10/2016, tetapi diminta tidak menyebut namanya,mengatakan sesuai data, diduga Jaksa memang terlibat terima duit dan Heintje Toisutta juga menerima duit dan membeli Rumah di Sidoarjo yang harganya 1,6 miliar kepada salah satu Pemegang saham yang saat itu masih menjadi Pejabat di Maluku. Dan Beliau akan membuka semua kasus ini pada waktunya.Ujarnya.

Secara terpisah juga dalam percakapan dengan orang dalam Bank Maluku sebaiknya Jaksa mempercepat proses tindak pidana Korupsi ini dan menetapkan siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, walaupun menurutnya tergantung jaksa yang mau memeriksa Pemegang Saham atau tidak. (16/10/2016/*Chris).