Desa Merdeka – Bandung :  Banjir yang merendam kawasan Bandung selatan semakin meluas, Jumat 9 Maret 2018. Sedikitnya 6.361 rumah warga di 3 kecamatan yang meliputi Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang, kembali terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Akses Jalan Raya Banjaran hingga Jalan Raya Dayeuhkolot menuju Kota Bandung, kembali terputus akibat genangan banjir.

Dari pantauan di lapangan, banjir yang kembali menerjang kawasan Bandung selatan ini, tidak hanya merendam akses jalan, melainkan juga fasilitas umum lainnya seperti di antaranya pasar, sekolah, dan tempat ibadah. Akibatnya, tidak hanya jalur transportasi yang mengalami lumpuh, demikian halnya dengan aktivitas perekonomian warga.

Sementara itu, kondisi arus lalulintas di beberapa jalan alternatif dari Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung, disesaki pengendara yang hendak melaksanakan aktivitasnya. Akibatnya, kemacetan lalulintas pun tidak bisa terhindarkan.

Seorang warga di Kampung Bojongasih Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Asep Kosasih (40) mengatakan, ketinggian banjir yang merendam kawasan permukiman penduduk lebih parah dibandingkan dengan banjir sebelumnya pada beberapa hari yang lalu. Pasalnya, beberapa titik permukiman penduduk yang biasanya tidak terendam banjir luapan Sungai Citarum, pada saat ini sudah terendam banjir.

“Semalam (Kamis, 8 Maret 2018) banjir sudah mulai meninggi menerjang permukiman kami. Banyak warga yang kembali mengungsi. Ketinggian banjir yang menerjang saat ini lebih parah dibandingkan dengan kondisi banjir beberapa hari yang lalu,” ucap Asep.

Warga beralih ke posko pengungsian

Masih dikatakan Asep, pada beberapa hari yang lalu ketinggian banjir yang menerjang kawasan tempat tinggalnya di Kampung Bojong Asih RW 4, hanya beberapa sentimeter. Akan tetapi, ketinggian banjir yang terjadi pada Jumat pagi ini mencapai 220 sentimeter. Warga yang sebelumnya mampu bertahan di rumahnya masing-masing, saat ini sudah mulai dievakuasi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Para relawan lainnya juga beranjak ke tem  pat yang lebih aman dan posko pengungsian.

Berdasarkan informasi sementara yang berhasil dihimpun “PR” di lapangan pada Jumat pagi, ketinggian banjir yang merendam Bandung selatan di antaranya meliputi Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot tepatnya di Kampung Babakan Leuwibandung RW 1 mencapai 160 sentimeter, Kampung Babakan Leuwibandung RW 2 (160 cm), Kampung Babakan Leuwibandung RW 3 (150 cm), Kampung Babakan Leuwibandung RW 14 (250 cm), Kampung Lamajang RW 6 (80 cm),  Kampung Lamajang RW 16 (90 cm), Kampung Lamajang RW 17 (80),  Jalan Sukabirus (100 cm), dan Kampung Sukabirus RW 13 (120 cm).

Kemudian, di Kampung Babakan Sangkuriang Kecamatan Dayeuhkolot, ketinggian banjir mencapai 150 cm, Kampung Citeureup RW 2 (170 cm), Kampung Citeureup RW 3 (170 cm), Kampung Bojong Asih RW 4 (250 cm), Kampung Bojong Asih RW 5 (160 cm), Kampung Bojong Asih RW 14 (200 cm), Kampung Bolero RW 8 (210 cm), Kampung Kaum RW 9 (110 cm), Kampung Kaum RW 10 (80 cm), dan Kampung Cilisung RW 13 (150 cm).

Dari laporan petugas BPBD Kabupaten Bandung di lapangan, Asep Hermawan, beberapa akses jalan yang terendam banjir di antaranya di Jalan Raya Dayeuhkolot sekitar Polsek Dayeuhkolot mencapai 80 cm dan di Jalan Raya Dayeuhkolot di depan Masjid Ash-Shofia (70 cm). Saat ini, petugas BPBD masih melakukan pendataan ke sejumlah titik di beberapa permukiman penduduk.

 

Sumber : PikiranRakyat