Penulis: Chris

Nicholas Albertson Rahallus : Kemerdekaan dan Kemiskinan

Desa Merdeka РAmbon. Merdeka.., merdeka….., merdeka..! Kata itu terus diteriakan, menggema, menggelegar dan membahana dalam kehidupan seluruh warga Maluku, sepanjang bulan Agustus. Bendera merah putih dan umbul umbul dikibarkan, pernak pernik dan lagu kemerdekaan dinyanyikan dimana mana. Media utama, media cetak, media elektronik hingga medsos, semuanya merayakan kemerdekaan NKRI dengan meriah. Pertanyaan kritisnya adalah apakah perayaan itu disertai pula dengan pemahaman yang hakiki tentang apa itu sesungguhnya kemerdekaan? Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka disama artikan dengan kebebasan, kedaulatan, independen, leluasa, lepas, longgar, mandiri dan otonom. Sebuah keadaan dimana sebuah kelompok manusia (bangsa) terlepas, atau tidak terikat dari perhambaan dan mampu untuk berdiri atau mengatur diri sendiri. Kemerdekaan adalah sebuah antitesa (kondisi yang berlawanan) dari penjajahan, tertindas, dikuasai, dimonopoli, diperintah, disubordinir; dimana kelompok manusia yang tadinya dikuasai dan diperintah oleh kelompok yang lain, kemudian keluar dari kondisi dikuasai itu untuk secara mandiri dan independen mengurus dan mengelola kehidupannya sendiri. Itulah M e r d e k a. Dalam pidatonya di depan sidang BPUPKI pada1 Juni 1945, bung Karno menyatakan bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas, yang dengannya Indonesia akan masuk ke dalam masyarakat yang sejahtra, adil dan makmur. Indonesia sendiri, digambarkan bung Karno sebagai Samrud Kathulistiwa yang terentang dari sabang sampai merauke. Kini 72 tahun sudah kemerdekaan yang diperjuangkan Thomas Matulesy, Christina Marta Tiahahu, Said Perintah dll pahlawan Nasional itu apakah telah dinikmati anak cucunya. Apakah jembatan emas...

Read More

Komnas Ham RI Minta Kapolda Malut Berikan Sangsi Hukum kepada Anggota Brimob Yang Lakukan Kekerasan.

Desa Merdeka – Ambon.Komnas ham RI lagi-lagi membidik Kapolda Maluku Utara atas kasus penyerobotan dan kekerasan yang dilakukan aparat brimob di Taliabu Utara propinsi Maluku Utara seperti yang diberitakan desa merdeka beberapa Waktu lalu. Kepada kontributor desa merdeka Maluku hari ini selasa 22/8/2017 disampaikan surat dari Komnas Ham RI Tanggal 22 agustus 2017 dini hari oleh Koordinator Front Kapata Maluku Raya Fredy Moses Ulemlem ,SH yang telah menerima surat dari Komnas Ham RI sebagai bentuk dari tindak lanjut laporan kasus Taliabu tertanggal 7 maret 2017 yang lalu melalui kontras ( komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan ) . Surat komnas ham RI bernomor 766/K-PMT/VI/2017 yang ditanda tangani oleh komisioner subkomisi pemantauan dan penyelidikan DR Otto Nur Abdullah . Surat komnas ham RI itu bersifat segera dengan perihal permintaan Penjelasan Kasus Kekerasan polisi di Taliabu Provinsi Maluku utara . Surat komnas ham RI tersebut di tujukan kepada yang terhormat Kapolda Maluku Utara yang isinya meminta kepada Kapolda Maluku Utara untuk mempertanggungjawabkan tindakan kekerasan yang sudah dilakukan oleh aparat brimob saat itu dibawah pimpinan langsung oleh Kapolres Kepulauan Sula “Deden Supriyatna”. Pada intinya kapolda Maluku Utara segera bertanggung jawab terhadap peristiwa yang sudah terjadi pada tanggal 23 februari 2017 di Taliabu yang berlokasi di port Tolong . peristiwa 23 februari 2017 itu telah membuat masyarakat menjadi korban kekerasan dan trauma atas perilaku aparat brimob yang tidak manusiawi itu. Sehubungan...

Read More

Generasi Muda Maluku Mampu Berikan Kontribusi Bagi Pembangunan Bangsa.

Desa-Merdeka . Generasi Muda Maluku tidak boleh merasa minder dalam berkompetisi membangun bangsa Indonesia yang sementara di galang oleh Pemerintah Indonesia melalui kabinet kerja dibawah Presiden Joko Widodo dengan Nawacita. Dorongan ini disampaikan salah satu Journalis Muda Reyndy Manaha S.Sos yang juga memiliki cita-cita dan optimis bisa menjadi Pemimpin masa depan Maluku. Menurutnya, perkembangan generasi muda Maluku diera globalisasi dengan kompetisi sumber daya manusia yang ketat , perlu membenahi diri sedini mungkin secara profesional berkompetensi dan meningkatkan kwalitas agar dapat berkontribusi dalam membangun bangsa ini. itu telah dibuktikan oleh senior-senior kita yang menduduki lembaga-lembaga Negara maupun dibirokrasi pemerintahan maupun didaerah pun dipusat pemerintahan Republik, juga di TNI-Polri. Sudah saatnya generasi muda Maluku tidak boleh segan -segan memberikan kontribusi mendorong pemerintah daerah agar bisa keluar dari kemiskinan maupun ketertinggalan yang akhir – akhir ini menjadi sorotan Pemerintah pusat. Ditekankan bahwa meningkatkan sumber daya manusia bukan saja melalui pendidikan formal maupun non formal tetapi juga harus belajar dari pengalaman para pemimpin-pemimpin yang sukses yang dimulai dari organisasi pemuda maupun di organisasi keagamaan. Generasi Muda Maluku semisal KNPI sebagai mitra kerja Pemerintah memiliki sumber daya yang tidak kalahnya dengan daerah lain harus memiliki kontribusi yang bernilai sebagai anak bangsa sehingga mampu menjadi pelopor pembangunan bersama pemerintah. Menurutnya generasi muda harus persiapkan diri dengan SDM menghadapi gelombang babak baru di Maluku dengan adanya berbagai blok migas di Maluku baik blok marsela maupun temuan...

Read More

“Kemajemukan; Kekuatan Sosial Sekaligus Sumber Dinamika dan Tantangan!”

“Kemajemukan; kekuatan sosial sekaligus sumber dinamika dan tantangan!” ( Jeannie Latumahina) Sebuah refleksi jelang 17 Agustus 2017 Bangsa dan Negara yang bernama Indonesia ,mutiara di khatulistiwa yang memiliki 17 ribu pulau terbentang dari Sabang sampai Merauke, memiliki 34 provinsi,516 kabupaten dan kota,714 suku,mempunyai lebih dari 1.100 bahasa lokal dengan keragaman ekspresi seni ,dengan pemeluk agama Islam, Kristen Protestan,Katolik ,Hindu,Budha,Konghucu..adalah anugerah terindah tentang yang kita sebut ” kemajemukan!” Kemajemukan yang disatukan oleh cita- cita yang sama mewujudkan negara Pancasila dalam bingkai konstitusi UUD 1945, diikrarkan oleh para pendiri Republik ini, Founding Father dalam satu tekad yaitu Bhineeka Tunggal Ika. Memasuki tahun kemerdekaan yang ke 72, dengan rumusan singkat sejarah diatas, dapat dikatakan masyarakat Indonesia berpengalaman hidup sebagai masyarakat majemuk.Idealisnya ,semestinya memasuki ulang tahun yang ke 72 tidak menjadi persoalan tentang kemajemukan.Tetapi justru menjadi pertanyaan kebangsaan ketika bermunculan maraknya isu ” radikalisme!” munculnya kelompok-kelompok intoleran yang mempersoalkan konsep kemajemukan. Bukankah ketika ” kemajemukan ” ini terkoyak, maka secara nalar sehat kita sepakat bahwa kelompok – kelompok intoleran ini tidak konsisten dengan kesepakatan awal cita- cita berdirinya Republik ini? yang punya aturan konstitusi dan pemerintahan yang sah?Bahkan dengan tidak punya rasa malu ,mereka mengikut sertakan agama dan ras ke ranah politik? Dan hal ini sangat berbahaya bagi keutuhan Indonesia. Sebagai rakyat Indonesia kita berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada pemerintahan bpk Jokowi yang secara tegas dan bijaksana menyingkapi permasaalahan kebangsaan ini ,walaupun...

Read More

Ratapan Anak Negeri Kilmury : 72 Tahun Hidup Tanpa Negara Merawat Rakyatnya.

Desa Merdeka – Ambon. Besok kamis 17/8/2017 Bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan ke 72. Rakyat di kecamatan Kilmury Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Propinsi Maluku sepertinya bangun dari mimpi buruk selama 72 tahun rakyatnya sadar bahwa mereka hidup tanpa negara. Kontributor Desa Merdeka mendapat kiriman messenger 16/8/2017 dari DR A.Tulalessy dosen Universitas Pattimura Ambon berupa pesan dari pemuda pelajar Kilmury yang meminta pemerintah agar selamatkan Kilmury dengan spanduk bertuliskan 72 tahun hidup tanpa negara dan pesan -pesan seperti ini ; Perjuangan untuk kilmury tidak akan pernah berhenti, seperti hal-nya kami yang tidak akan berhenti mela ngkah kaki, untuk membelah jalan-jalan dipelosok negeri ini selama diberikan kesehatan dan waktu. Masih ada beberapa data yang kami pegang, Kecamatan yang masih membutuhkan keadilan energi. Disini saya bisa banyak belajar tentang bagaimana memaknai sebuah perjalanan dari sisi yang berbeda. Berbuat sesuatu untuk sesama. EL-NaMa Rumainbugiz Tatta Kartazi Sam Sabandar Terimakasih teman-teman semua yang telah berjuang bersama. #SaveKilmury #PerjuanganBerlanjut tentang kecamatan Kilmury di kabupaten Seram Bagian Timur provinsi Maluku sudah sangat tertinggal dalam pembangunan. Keadaannya seperti hutan yang tak ada penghuninya. Keadaan kecamatan ini sangat memprihatinkan. Bayangkan saja sampai sekarang listrik negara dan jalan aspal belum menyentuh kecamatan tercinta ini. Kalau mau ke desa-desa tetangga harus jalan kaki melewati jalan pantai dengan jarak 3 KM, 5 KM s/d 10 KM bahkan lebih. Selanjutnya, malam hari desa – desa di kecamatan kilmury warganya masih menggunakan...

Read More

Forum Komunitas

Loading...

Suryokoco

Suryokoco Suryoputro

LANGGANAN BERITA