Desa Merdeka – Ambon : Persiapan bakal calon Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur periode 2018-2023 semakin seru. Masing -masing bakal calon sementara mendaftar diberbagai partai politik yang punya kursi di DPRD Prov Maluku.

Sosialisasi dirinya dengan visi dan misi di berbagai wilayah seribu pulau menyongsong survei Parpol yang akan memberi rekomendasi untuk mendukung calon yang punya hasil survei sesuai kriteria Partai yang mau mengusungnya.

Kontributor Desa Merdeka yang memantau langsung  kondisi politik pilkada di Maluku sempat berkomunikasi dengan Aktivis perempuan asal Maluku , Ibu Ana Mesloy Letilady yang seharian  sapaan ibu Ana yang bebrapa waktu lalu mencoba keliling Maluku.

Ketika kontributor desa Merdeka  berwawancara dengannya pada 7/7/2017  tentang  sikapnya terhadap bakal calon yang sementara berjuang mendapat rekomendasi ditiap partai yang ada .

Dengan Nada lembut dijelaskan bahwa  Partai – Partai yang memberikan rekomendasi yang dikeluarkan DPP  kepada bakal calon Gubernur dan Wakil bukan asal – asalan karena loby- loby transaksional maupun fraqmatis, tetapi harus realistis terhadap kepemimpinan mereka baik di provinsi maupun dikabupaten.Bakal calon ada Petahana, ada dari Bupati/Walikota.

 Kita sampai kapan membangun politik pembodohan masyarakat dengan pola jaman Orde Baru. Kita sudah masuk era digital butuh kecerdasan Bakal calon yang memiki Science dan Knowledge terapi juga harus  profesional. Tetapi juga harus jujur kepada Rakyat Maluku.

Dengan menjadi calon Gubernur Maluku agar mampu bersaing di era global. Mendongkrat mengeluarkan Maluku dari label miskin,tertinggal,terkebelakang dengan pendidikan.

Seterusnya dikatakan sudah pasti kompetisi perebutan rekomendasi sampai Pemilihan  Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, kelihatan secara material  sudah mulai marak dan menghiasi pelbagai berita tentang Maluku baik media cetak, elektronik maupun media sosial.

Semua Balon – Balon tersebut menebar senyum dan didampingi oleh tim sukses mereka masing masing. Banyak kepentingan politik,sosial,ekonomi maupun penggarapan sumber daya alam untuk memperkaya diri.Dan akan menimbulkan masalah baru karena wajah lama yang sampai kini dalam kepemimpinan bermasalah dengan rakyat.

Saya mengingatkan Karakteristik masyarakat Maluku yang terpencar di ratusan Pulau dan hanya berpendidikan rendahan (SMA, SMP, SD dan Putus Sekolah) serta kemampuan ekonomi yang dibawah, adalah segmen masyarakat yang sangat mudah sekali untuk dijadikan objek jual beli suara, lahan garapan subur  untuk memenuhi ambisi masing masing Balon Gubernur serta Wagub supaya dapat berhasil duduk dan berkuasa di Gedung didepan Lapangan Merdeka, Kota Ambon.

Tak peduli apakah janji- janji selama kampanye itu dipenuhi seluruhnya atau tidak.

Peranan para Latupati,sangatlah   strategis dan vital untuk sosialisasikan bahaya /dampak negatif tentang hal jual beli suara ini, dengan janji palsu diulang lagi agar dimasa depan, MALUKU dapat dibangun, untuk mensejahterakan rakyat nya saja.Kongkou-Kongkou dengan Latupati merupakan pusat kekuasaan seperti orde baru tanpa mengembangkan demokrasi Indonesia yang sehat.

LATUPATI pun janganlah terperangkap dengan “Jebakan Betmen” yang dimainkan oleh Balon Balon tersebut selain HANYA FOKUS pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat serta Pemeliharaan lingkungan hidup daratan dan lautan masing- masing Negeri.

MALUKU adalah Provinsi yang berada diatas HARTA KARUN DUNIA YANG TIDAK TERNILAI KAYA RAYA nya, tetapi sengaja dibuat MISKIN secara massive, terstruktur dan terencana.Dengan dialek anak Maluku dinyatkan bahwa  ini pendapat beta pribadi karena sudah 72 Tahun Indonesia Merdeka, MALUKU tetap miskin.

PASTI ADA SUATU KESALAHAN YANG BETA SENDIRI TIDAK TAHU SALAHNYA DIMANA.

Jika rakyat MALUKU protes, JANGANLAH LANGSUNG memberi kami stempel SEPARATIS  itu TIDAK FAIR.

Tetapi JANGAN SALAHKAN RAKYAT MALUKU JIKA KAMI INGIN BANGUN NEGERI KAMI DENGAN TANGAN KAMI SENDIRI, TANPA CAMPUR TANGAN PIHAK LAIN MANAPUN JUGA

Seterusnya bagi ibu Ana sekaligus aktivis wanita menegaskan ,MALUKU HARUS MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI YANG TUHAN YANG MAHA ESA  SUDAH BERIKAN BAGI PARA LELUHUR KAMI, baik SALAM (sapaan basudara  gandong beragama Islam)  maupun SARANE( sapaan basudara gandong beragama Kristen ) yang terikat erat dalam sebuah ikatan persaudaraan yang kekal yaitu PELA-GANDONG .

RAKYAT MALUKU harus sadar,  bahwa jual beli suara itu BUKANLAH SUATU REJEKI.  Dengan kata lain POLITIK UANG, ITU TIDAK BENAR. Tetapi itu suatu PEMBODOHAN MASYARAKAT

Dengan tegas  dikatakan, Beta mensinyalir ada anak MALUKU yang dijadikan sebagai agen/mata-mata pihak lain untuk memantau perkembangan politik di Maluku sekaligus memperburuk Maluku dengan issu separatis tetapi juga  sebagai  radikalisme (istilah yg mereka rekayasa  sendiri) sebagai stigma kepada rakyat Maluku. Padahal kami  terpaksa harus radikal untuk mempertahankan hidup kami dan wilayah DARATAN & LAUTAN kami dari pihak lain yg mencuri, merampok hak asasi kami sebagai ANAK BANGSA MALUKU yang pertahankan Warisan leluhur mereka sebagai bangsa Maluku  yang sudah ada sebelum Maluku bergabung dengan  Indonesia Merdeka.

Olehnya jangan lagi memposisikan Maluku sebagai Anak tiri dengan stigma separatis dan lainnya sementara kekayaan laut maupun darat menghidupi Indonesia.

Kita butuh pemimpin yang jadi Gubernur bukan hasil rekayasa politik uang oleh jaringan luar sehingga bilamana menjadi  Gubernur harus bayar lagi dengan jual daerah .Label miskin,tertinggal melekat bagi Maluku.

Beta hanya merindukan agar kesadaran masyarakat lewat sosialisasi perpolitikan di MALUKU dengan baik dan benar dapat diajarkan kepada masyarakat Maluku, “MENA ” tegasnya