Amnesty International Mendokumentasikan dan Mengekspos Penganiayaan Minoritas Rohingya di Myanmar selama 20 tahun lebih.


Desa Merdeka – Ambon. Amnesty International dan Contrast VR, sebuah studio Media Network Al Jazeera merilis film pertama dokumenter didunia maya dengan judul “I Am Rohingya”, sebuah realitas tentang krisis pengungsi Rohingya dan pembersihan etnis di Myanmar.

Menurut
Tirana Hassan
Direktur Penanggulangan Krisis Amnesty International yang mengirim berita ini tgl 4/10/2017 kepada kontributor desa merdeka di Email chris_sahetapy@yahoo.com, bahwa pekan lalu, Amnesty Internasional telah menerbitkan bukti satelit yang menunjukkan bahwa lebih dari 80 desa di Negara Bagian Rakhine, Myanmar telah dibakar. Tidak puas dengan hanya memaksa Rohingya dari rumah mereka, pihak berwajib sepertinya memastikan mereka tidak diperkenankan memiliki dan kembali ke rumah rumah.

Masyarakat dapat Saksikan film dokumenter didunia maya dan dapat di bagikan di Twitter maupun di facebook.

FILM “Saya adalah Rohingya” memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan seorang Muslim Rohingya, Jamalida Begum, dan kedua anaknya di perkemahan pengungsi Kutupalong di Bangladesh. Jamalida adalah satu dari ratusan ribu orang Rohingya yang telah lolos dari kekejaman di Myanmar dan sekarang dalam keadaan bingung , tidak dapat dimukimkan kembali atau kembali ke rumah masing-masing. Film ini menggambarkan situasi hidup Jamalida saat ini di kamp pengungsian dan ketahanannya dalam menghadapi kesulitan.

Kami membutuhkan bantuan Anda semua mengakhiri pembersihan etnis ini dengan mempertahankan tekanan global terhadap Myanmar untuk menghentikan kekejaman ini. Silakan menonton dan berbagi dokumenter penting ini.

Terima kasih,

Tirana Hassan
Direktur Penanggulangan Krisis
Amnesty International.
Sumber :
Tirana Hassan
Direktur Penanggulangan Krisis
Amnesty International .
E-mail : mobilization@amnestymail.org