Desa Merdeka – Sungguminasa : Proses perekrutan perangkat desa di Desa Pallantikang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, dinilai tidak sesuai prosedur. Pasalnya salah satu peserta yang dari awal tidak lolos berkas dan tidak ikut tes (tertulis) tiba-tiba namanya masuk dalam daftar yang terpilih.

Hal ini kemudian menimbulkan tanya bagi seorang peserta yang lulus berkas dan ikut tes namun tidak lolos, Hasmawati.

“Sebenarnya saya bukan mau permasalahkan kenapa saya tidak lolos. Hanya yang buat saya bertanya kenapa justru orang yang tidak lolos berkas dan tidak ikut tes malah dipanggil wawancara,” katanya saat dihubungi Minggu (6/11/2016).

Seleksi aparat desa ini awalnya diikuti tujuh peserta. Yang lolos berkas dan tes tertulis menjadi empat. Termasuk Hasmawati. Sedangkan Syamsiah gugur.

Syamsiah malah masuk dan berada pada urutan pertama lulus. “Saya heran dong. Kenapa namanya masuk. Saya tanya panitianya katanya dia juga ikut tes sendiri. Kalau dari awal dia ikutkan juga tes sama-sama mungkin saya tidak akan se-kecewa ini. Atau mending dari awal jangan mi kasih lolos berkas ka. Terlanjur kecewa sekali. Kayak saya dipermainkan sekali caranya begini, ” katanya lagi.

Informasi lain pun beredar, Syamsiah diduga sengaja diloloskan karena merupakan keluarga kepala Desa Pallantikang, Abdul Rasyid.

“Ibu Syamsiah tidak lolos berkas karena memang sesuai persyaratan umurnya sudah tidak bisa. Batasnya sampai 42 tahun. Dia sudah 47 tahun.”

Sementara itu Ketua Panitia, Ismail, yang juga sekretaris desa Pallantikang, yang dihubungi tribun, tiba-tiba teleponnya di nonaktifkan.

Meski sebelumnya tribun sempat berbicara dan mengirimkan SMS untuk mengklarifikasi berita tersebut.

Sama halnya Kepala Desa Pallantikang, Abdul Rasyid yang juga dihubungi tribun, tidak mengangkat sambungan teleponnya. Bahkan SMS yang juga dikirim belum mendapat balasan. (tribunnews.com)