Desa Merdeka – Ambon : Proses Eksekusi dusun dan Tanah Kamaruang dikecamatan Sirimau Ambon Maluku telah ditetapkan Pengadilan Negeri Ambon dengan surat Penetapan AANMANING Nomor : 79/Pdt.G/1996/PN.Amb- tanggal 26 April 2016. Surat tersebut ditanda tangan dan cap oleh Ketua Pengadilan Negeri Ambon Abdul Halim Amran, SH, MH Nip 196212191988031001.

Kepada Desa Merdeka disampaikan bukti AANMANING, dan menurut penjelasan Advokad dan Penasihat Hukum Zeth Aponno SH sebagai kuasa Pemohon Eksekusi Martin Huwaa, Putusan Perkara Peninjauan Kembali No.49 PK/Pdt/2006, tanggal 28 Agustus 2006 dalam perkara antara Jacobis Puturuhu, DKK sebagai para pemohon peninjauan Kembali dahulu pemohon kasasi/Para Tergugat/para terbanding : Lawan Marthen Huwaa, termohon peninjauan kembali dahulu termohon kasasi/ penggugat/ pembanding mengadili, Menolak Permohonan peninjauan kembali dari : Jacobis Puturuhu, Hans Puturuhu, Oktovianus Puturuhu, Jacob Puturuhu, dimenangkan oleh “Marthen Huwaa”.

Untuk itu perkara antara Octovianus Puturuhu dengan kawan-kawannya melawan Marthin Huwaa akan segera dilakukan eksekusi yang telah didahului dengan penetapan AANMANING yang dalam bahasa Belanda artinya tegoran terhadap Puturuhu cs dimana Pengadilan Negeri Ambon telah menghadirkan kedua pihak yang bersengketa pada tanggal 25 Mei 2016 yaitu tergugat-tereksekusi Puturuhu dkk bersama kuasa hukum masing –masing Dani Nirahua-Sohilatu; serta Marthin Huwaa dengan kuasa Pemohon Eksekusi Zeth Aponno untuk mendengar penegoran Pengadilan Negeri Ambon.

Isi penegoran yaitu : Termohon Eksekusi Puturuhu dengan kawan-kawan atau yang mewakili menghadap Ketua Pengadilan Ambon ditegor sejak tanggal 25 Mei 2016 sampai 2 juni 2016 selama 8 (delapan) hari, terhitung sejak hari penegoran tersebut agar supaya memenuhi isi Putusan pengadilan Tinggi Maluku tersebut secara suka rela. Jadi 8 hari diberikan waktu, dan tidak perlu diteliti hal-hal lain, lambat atau cepat akan dieksekusi dusun Kamaruang, tidak perlu dipertimbangkan lagi.

Jadi ada penegoran yang sudah dijalankan dan telah berlaku oleh Pengadilan Negeri Ambon tanggal 25 Mei 2016 itu. Menurut Kuasa Pemohon Eksekusi dari Marthin Huwaa tersebut, ada sebanyak 400 (empat ratus ) lebih rumah yang akan dieksekusi didalam dusun Kamaruang. Ada catatan kepada para warga yang selama ini telah tinggal puluhan tahun yang mendapat ijin secara illegal dari Octovianus Puturuhu DKK yang biasa disapa Bapa Nyong, para warga dapat berkomunikasi dengan Kuasa Pemohon Eksekusi Zeth Aponno SH, MH untuk dipertimbangkan dalam batas-batas kemanusiaan sebelum dilakukan Eksekusi-pembongkaran.

Diharapkan bila para Warga yang tidak percaya akibat berbagai penyesatan informasi terhadap eksekusi tersebut harap datang ke Pengadilan Negeri Ambon atau ke Kuasa Pemohon Eksekusi Zeth Aponno SH,MH untuk mengetahui seluruh alat bukti keputusan dari Pengadilan Negeri Ambon, Pengadilan Tinggi Maluku, Mahkamah Agung dan Peninjauan Perkara serta penetapan Pengadilan Ambon tentang tegoran Pengadilan Negeri Ambon untuk persiapan Eksekusi yang sudah dijalankan. ( 1/6/2016/*Chris).